Bermodalkan Baju Jatanras, Pemborong Bangunan Ini Mengaku sebagai Polisi

 Bermodalkan Baju Jatanras, Pemborong Bangunan Ini Mengaku sebagai Polisi

Arpan (44), warga Palembang, terpaksa berurusan dengan polisi karena menipu dengan cara memanfaatkan seragam Jatanras Polda Sumsel

Penulis : Dede Febriansyah

Editor   : Mamnuro’aini

PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,-  Bermodalkan baju Jatanras Polda Sumsel yang dibelinya di pasar tradisional, Arpan (44), warga Palembang, terpaksa berurusan dengan polisi karena menipu dengan cara memanfaatkan seragam tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, mengatakan dengan baju Jatanras yang dibelinya di pasar, polisi gadungan tersebut telah memperdaya korban dengan iming-iming dapat membebaskan tersangka kasus narkoba.

“Iya kita menangkap seorang pria yang mengaku sebagai polisi, padahal bukan. Dia menipu korbannya hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah,” ujar Hisar, Rabu (5/5/2021).

Hisar menjelaskan, dengan memanfaatkan seragam tersebut, pelaku diduga telah memperdaya korban yang anggota keluarganya sedang bermasalah dengan hukum dengan cara mengaku dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Akibat tipu daya itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 19 juta. Modusnya yakni bisa mengurus kasus yang sedang menjerat keluarga korban dan mengaku berdinas di Jatanras Polda Sumsel,” jelas Hisar.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Christoper Panjaitan, mengatakan pihaknya telah menangkap pelaku, Selasa (4/5/2021) sekitar pukul 16.30 Wib di kawasan Gandus, Palembang berdasarkan laporan korban, Unyil (39).

“Setelah ada pertemuan antara korban dan pelaku di sebuah warung kopi, korban menghubungi pelaku untuk menyelesaikan perkara keponakan korban yang tertangkap karena narkoba di Polrestabes Palembang,” ujar Christoper.

Selanjutnya, kata Christoper, tersangka meminta uang sebesar Rp19 juta kepafa korban. Korban yang mempercayai pelaku yang awalnya mengaku sebagai polisi berangkat perwira dan dinas di Polda Sumsel tersebut akhirnya memberikan uang yang diminta pelaku.

“Namun, saat korban kembali menghubungi pelaku, HP-nya sudah tidak aktif lagi. Sehingga korban bersama saksi memutuskan untuk melaporkan ke Mapolda Sumsel,” terangnya.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan.

“Anggota kita dari Unit 3 Jatanras tadi malam langsung mengamankan pelaku yang mengaku sebagai anggota Jatanras Polda itu untuk diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Arpan mengaku menipu korban dengan mengaku sebagai anggota Jatanras Polda Sumsel, dengan dalih menjadi makelar kasus (markus). Uang hasil kejahatan digunakan untuk berbagai macam kepentingan pribadinya.

“Iya saya salah, saya menyesal. Saya sebenarnya ngefans sama Jatanras makanya saya beli atribut ini di Pasar Cinde. Uangnya hasil kejahatan saya gunakan untuk bayar utang, makan, dan bangun rumah, karena profesi saya sebelumnya merupakan pemborong bangunan,” ucap Arpan.

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.
--------------------------

Related post