Bupati Askolani Panen Padi IP200 Dilahan Program Serasi

 Bupati Askolani Panen Padi IP200 Dilahan Program Serasi

BANYUASIN,SS, – Bupati Banyuasin H Askolani, Minggu (26/07) hari ini akan melakukan panen padi IP200 di lokasi program optimalisasi lahan Serasi di Sumber Makmur Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin.

Sumber Makmur merupakan salah satu desa lumbung pangan Kabupaten Banyuasin, dengan luas lahan sawah 360 hektar dan Luas tanam IP200 150 hektar, yang kesemuanya lahan optimalisasi program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Banyuasin Zainudin, SP., M.Si mengatakan Lahan IP200 yang menjadi lokasi panen oleh Bupati Banyuasin H Askolani seluas 25 hektar.

Luas tanam IP200 di Desa Sumber Makmur Kecamatan Muara Padang tersebut seluas 150 hektar, yang belum di panen masih sekitar 35 hektar.”Lahan IP200 yang dipanen seluas 150 hektar, ini adalah full lokasi Program Optimalisasi Lahan SERASI 2019. Artinya lokasi Serasi 2019 di Desa Sumber Makmur semua bisa tanam IP200, “kata mantan Camat Air Saleh ini.

Dikatakan Zainudin, Kecamatan Muara Padang memiliki luas tanam 6.974 hektar dari luas tanam tahun 2019 seluas 213.218 hektar.”Muara Padang salah satu Kecamatan yang menjadi andalan kita sebagai produsen beras di Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Perlu diketahui lanjut Zainudin, dari 213.218 hektar, .60.569 hektar lahan sudah tanam dua kali setahun dengan rincian. lahan Pasang Surut IP200 58.007 hektar dan Sawah lebak IP200 2.562 hektar.

Bupati H Askolani, mengatakan dengan program SERASI terbesar di Indoensia, Kabupaten Banyuasin berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton pada musi tanam 2019.

Potensi ini masih bisa ditingkatkan, luas lahan baku sawah 174.371 hektar dengan luas tanam 2019, 213.813 hektar terdiri dari lahan pasang surut 148.658 hektar, (IP100 90.151 ha, IP200 58.007 ha, IP300 36 ha), lahan rawa lembak 25.713 hektar (IP100 21.279 ha, IP200 2.562 ha).

Dengan luas panen 208.598 ha, total produksi 905.846 ton GKG atau setara beras 519.684 ton. Lokasi paling potensial terdapat di 15 kecamatan seperti Muara Telang 23.120 ha, Air Saleh 21.391 ha, Sumber Marga Telang 10.299 ha, Makartijaya 11.000 ha, Muara Sugihan 24.292 ha, Tanjung Lago 15.226 ha, Selat Penuguan 12.710 ha, dan Rantau Bayur 16.337 ha.

“Ada Empat kecamatan potensial yang masih bisa dikembangkan secara optimal, Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir dan Selat Penuguan, “terangnya.

” Target kedepan, luas tanam 213.813 hektar tahun 2019 dan tahun 2020 akan dapat tercapai seluas 263.368 hektar tahun 2020 sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional, “jelasnya.

Maka Pemkab Banyuasin lanjut Askolani akan terus meningkatkan penggunaan benih bermutu, penyediaan pupuk yang cukup, penyediaan Alsin olah tanah modern, pengolahan tanah secara insentif dengan menggunakan Alsin TR4, penyediaan pestisida dan pengelolaan air dengan baik, memperbaiki saluran-saluran air, pintu-pintu air dan tanggul. Melakukan extensifikasi lahan produktif, peeluasan lahan produksi dengan pengembangan lahan sawah baru.

Kemudian menyediakan saran panen dan pasca panen yang modern seperti pengering gabah (Vertical Dryer) dan membangun RMU yang modern untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi. ” Dan tahun 2020 akan membuka penerimaan Petugas Penyuluh Lapangan untuk melakukan pendampingan petani secara intens dengan target 1 desa 1 PPL, guna mencapai target kita sebagai Kabupaten penyumbang beras nomor satu nasional, “katanya. (Adm)

Bagikan konten :

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *