Bupati Askolani Pimpin Apel Kesiapsiagaan Personil dan Perlatan Penanggulangan Karhutla

 Bupati Askolani Pimpin Apel Kesiapsiagaan Personil dan Perlatan Penanggulangan Karhutla

BANYUASIN — Pemkab Banyuasin bersama dengan Dandim 0430 Banyuasin, Kapolres Banyuasin, Ketua DPRD dan, instansi terkait lainnya, menggelar Apel dalam rangka menyiapkan kesiagaan personil dan peralatan untuk penanggulangan dan pencegahan menghadapi kebakaran hutan, kebun dan lahan tahun 2020.

Hal ini sudah menjadi sebuah rutinitas di setiap tahunnya untuk dapat mengantisipasi musibah kebakaran hutan, kebun dan lahan dimusim kemarau, perlunya kewaspadaan semua pihak.

Apel kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Kebakaran Hutan Lahan dan Kebun tersebut, juga dilakukan Penandatanganan Kesepakatan MoU dengan Stakeholder terkait, bertempat di lapangan Kantor Bupati Banyuasin, Rabu (15/07).

Sebagai pemimpin dalam kegiatan apel tersebut Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH. Dalam Apel gelar pasukan pencegahan dan kesiapsiagaan kebakaran hutan, kebun dan lahan, Bupati Askolani terlebih dahulu melakukan pengecekan pasukan. Selain itu juga disampaikan dalam sambutan nya mengucapkan terima kasih atas inisiatif nya yang telah di fasilitas oleh Polres Banyuasin.

Berdasarkan prediksi terakhir terhadap kondisi cuaca oleh Stasiun Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, diperkirakan kemarau di tahun 2020 di Sumatra Selatan khususnya di Kabupaten Banyuasin. Musim Kemarau diperkirakan akan berlangsung mulai awal April hingga Oktober 2020, dengan kondisi suhu panas dan kering yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan.

Bupati Askolani menyatakan tingkat kebakaran di 2019 menjadi pelajaran untuk dalam menghadapi Karhutla di tahun 2020. Tidak menutup kemungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran yang salah satunya faktor manusia.

“Nah ini, sebagai tantangan bagaimana proses pencegahnya kebakaran hutan. Kita harus dapat meminimalisir Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di wilayah Kabupaten Banyuasin. Lakukan patroli mulai dari kecamatan hingga ke desa-desa desa,” kata Askolani.

“Sering lakukan koordinasi yang lebih baik lagi, ketersediaan alat berat harus di siapkan sejak awal. Jika minim nya tingkat kebakaran itu terjadi maka dapat menjadi sebuah prestasi di Banyuasin,” lanjut Askolani.

Askolani mengatakan untuk kesiapan dan kesiagaan daerah dalam mengendalikan kebakaran hutan, kebun, dan lahan harus dilaksanakan, diawasi pelaksanaannya dan terus dilakukan evaluasi. Sebagaimana sesuai rencana aksi yang dapat disimpulkan dari hasil Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri Pada Rabu 23 Januari 2019 Di Kantor Menkopolhukam RI di Jakarta.

“Koordinasi pengendalian Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten. Yaitu mendorong penetapan siaga darurat lebih awal. Pengaktifan satgas, peningkatan upaya deteksi dini dan penyebarluasan informasi pengendalian, peningkatan patroli, pembuatan hujan buatan, peningkatan upaya manajemen gambut, peningkatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan”, tandas dia.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.IK
menyampaiakan ada 4 metode dalam penanggulangan Karhutla yaitu, lakukan pencegahan harus dapat merubah mindset masyarakat, pemadaman titik api dengan tepat dan baik dan tidak dilewatkan adanya penegakan hukum.
Selain itu Perangkat Daerah harus dapat berperan aktif, menyiapkan alat berat, yang paling penting sumber air nya.

“Bersama padamkan api, bentuk sinergitas yang baik dalam menanggulangi dan pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah Kabupaten Banyuasin,” Ucap Danny.

Ditambahkan oleh Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan, SH menyebut, sebagai Wakil Rakyat akan mendukung dan memberikan suport penanggulangan kahutla dalam pendanaan anggarannya.”Kami juga akan turut membantu menjelaskan kepada masyarakat,” ungkap Irian.

Dandim 0430 Banyuasin Letkol Arh Alpian Amran, menambahkan bahwa persiapan Personil di tahun ini dan akan membuat konsep lebih baik dari tahun kemarin. “Dan untuk sekarang sudah melaksanakan sosialisasi tentang larangan membakar hutan. Mudah-mudahan dapat mengantisipasi lebih awal”, tutur dia.

Kepala Manggala Agni Operasi Daerah
Banyuasin turut menjelaskan pihaknya tetap siap siaga seperti biasanya. Di tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ada program TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) yang di mana kondisi sekarang masih hujan.

“Sudah bekerja sama dengan TNI, Polri dan juga masyarakat desa untuk melakukan pencegahan didaerah-daerah rawan. Potensi Kebakaran Hutan untuk di Banyuasin berdasarkan hasil pantauan kami khusus daerah yang rawan akan kebakaran itu ada potensi,”kata dia. (Adm)

Bagikan konten :

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *