Camat Kemuning Kerahkan Lurah dan RT Telusuri STP PBB tak Tertagih

 Camat Kemuning Kerahkan Lurah dan RT Telusuri STP PBB tak Tertagih

Camat Kemuning Kota Palembang, Irman. Foto : Larassati, sibersumsel.com

Reporter : Larassati

PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,- Terkait Surat Tagihan Pajak (STP) PBB tak tertagih yang dikeluarkan BPPD Kota Palembang. Camat Kemuning Kota Palembang, Irman,  melakukan penelusuran dengan mengerahkan enam Lurah hingga Ketua Rukun Tetangga (RT) terdekat agar hasil penelusuran STP PBB tak tertagih bisa maksimal dan kongkret berpotensi.

Dia berpendapat jika diteliti betul, hasil penelusuran STP tak tertagih, bukan tidak mungkin bisa menghasilkan objek pajak baru yang berpotensi meningkatkan pajak.

“Bisa saja wajib pajaknya memang tidak ada atau pindah atau mungkin sudah berganti kepemilikan. Tapi jangan salah, hasil penelusuran bukan tidak mungkin bisa menghasilkan sumber objek pajak baru. Ini tentu akan menguntungkan bagi pendapatan kota Palembang,” kata Irman saat diwawancarai di kawasan Kuto Palembang, Jumat (1/10/2021).

Dalam hal ini objek pajak baru akan menambah nilai potensi pajak yang berujung pada naiknya pendapatan daerah dan tentu akan menguntungkan. Irman mencontohkan seperti objek  yang dulunya hanya sebidang tanah kosong. Namun sekarang justru sudah berubah, seperti telah dibangun bangunan permanen seperti kos-kosan, kontrakan atau bangunan ruko. 

“Nilai STP objek pajak yang awalnya cuma berupa tanah kosong, setelah ditelusuri malah tanah itu sudah dibangun bangunan permanen tentu objek nilai pajaknya berubah dan  menguntungkan PAD kota Palembang, makanya saya tidak mau main-main melakukan penelusuran objek pajak tak tertagih di wilayah Kemuning,” urainya.

Diketahui untuk wilayah Kemuning dihuni sebanyak 22.000 KK dan lebih dari 81.772 penduduk yang hampir 30 persen adalah kawasan bisnis, seperti toko,pusat penjualan retail, hotel, pusat-pusat hiburan dan kesehatan.

Sementara contoh STP pajak tak tertagih seperti salah satu rumah sakit yang sudah membeli sebidang tanah dari pengusaha di Palembang. Tanah tersebut kini sudah dibangun Rumah sakit dan tentu saja, pemilik lama mengklaim setelah serah Terima pembelian maka beban pajak atas tanah tersebut bukan lagi menjadi tanggungannya dan dialihkan ke pemilik baru.

“Pemilik baru ini kita akan telusuri pembayaran pajak PBB nya seperti apa dan bagaimana, karena memang pembayaran mereka semua terpusat. Ini salah satu hasil penelusuran STP tak tertagih kita dan tetap kita carikan solusi bersama dan kita jadi tahu bahwa STP kawasan itu sudah berganti kepemilikan dan kita rubah identitas objek pajaknya,” ungkapnya.

Temuan lainnya seperti pembangunan bangunan baru dari yang awalnya tanah kosong dan kesemuanya, lanjut Irman, sudah dilaporkan kepada pihak BPPD Kota Palembang. Namun memang untuk laporan lengkap dan tertulisnya baru akan diberikan pekan depan.

“Dalam waktu dekat, hasilnya kita buat laporan tertulis untuk dilanjutkan proses verifikasi dari tim BPPD Kota Palembang,” ujarnya.

Hingga 30 September untuk wilayah Kemuning berhasil menghimpun 71,42% pajak PBB. Pihaknya optimis hingga akhir tahun target pajak PBB bisa dicapai hingga 100%.

“Karena kalau tuntas STP ini, angka realisasi pajak dari wilayah kita akan bertambah dan waktu kurang dari tiga bulan lagi, optimis dapat dicapai,” tukasnya

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post