Dugaan Pelecehan Mahasiswi, Unsri Lakukan Investigasi
Reporter : Larassati
PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,- Terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) kepada salah satu mahasiswinya, jajarannya Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) sudah melakukan investigasi dengan proses paling lambat satu bulan tuntas.
Wakil Rektor I Unsri, Prof DR Zainuddin Nawawi PhD, mengatakan pemanggilan untuk pengambil keterangan merupakan langkah awal untuk memperjelas masalah yang sebenarnya. Jangan sampai, adanya kejadian tersebut mengarah pada pembunuhan karakter seseorang yang berujung pada rusaknya citra almamater Unsri.
“Proses investigasi sudah kita lakukan. Tahap awal dengan memanggil langsung dosen yang disebut-sebut tersangka pelecehan, ” kata Zainuddin.
Zainuddin mengungkapkan pihaknya akan menindak tegas jika terbukti peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut tidak benar atau sekedar hoax, yang disebarkan untuk penungganngan kepentingan pihak lain, diluar konteks kepentingan institusi Unsri.
Menurut Zainuddin, pemanggilan dosen dari Fakultas Ekonomi yang menjadi tersangka dilakukan pada Jumat (19/11/2021) sekitar pukul 09.00 wib dan hingga pukul 10.30 wib, dari hasil keterangan yang bersangkutan, membantah keras peristiwa tersebut.
“Secara tegas dosen yang disangkakan melakukan pelecehan seksual, membantah, hanya memang kala itu ada pertemuan saja untuk TA, ” kata Zainuddin seraya mengakui bahwa pengakuan itu sudah ditulis dan ditandatangani dosen itu bermaterai.
Menurut keterangan Dosen tersebut, lanjut Zainuddin, memang ada pertemuan terkait jadwal bimbingan tugas akhir.
Terkait adanya bukti hasil rekaman pembicaraan dosen dengan korban saat peristiwa tersebut terjadi, menurut dosen, suara rekaman diakui bukan miliknya ditambah lagi, nomor telpon yang tertulis dari rekaman bukan nomor ponsel dosen.
“Kalau hasil pembicaraan yang kita dengar, hanya pembicaraan biasa saja. Belum ada kontak fisik sama sekali antara dosen dan mahasiswa itu, yang mereka bicarakan pun sebatas kegiatan tugas akhir saja, ” katanya.
Hasil laporan ketiganya akan dikompilasi kebenarannya. Dari arahan Rektor, sebut Zainuddin, akan dibentuk tim adhoc khusus yang akan melakukan investigasi khusus secara internal.
“Hasil investigasi inilah yang akan menjadi dasar kita dalam menentukan sikap dan keputusan. Paling lambat satu bulan prosesnya, ” katanya.
Jika terbukti bahwa dugaan pelecehan tersebut benar-benar terjadi, pihaknya siap memberikan langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada dosen sesuai hukum yang berlaku. Namun, sebaliknya jika peristiwa itu hanya rekayasa alias tidak ada, juga akan dilakukan langkah tegas.
Di tambahkan Zainuddin bila dugaan pelecehan ini tidak benar, apa motif dari dugaan pembunuhan karakter yang dibentuk. Sehinggs pihak mana saja yang menjadi aktor dibelakang ini juga akan dituntaskan sesuai hukum yang berlaku, termasuk apakah masuk dalam pelanggaran UU ITE hingga pidana yakni pencemaran nama baik.
“Yang jelas, apapun hasilnya Unsri tetap akan bertindak tegas, terlanjur masalah ini sudah menyebar maka kita pun juga akan menuntaskan secara detail dan menyeluruh, ” katanya.
Zainuddin juga sudah berkomunikasi dengan Pembantu Rektor III untuk memanggil langsung pihak BEM Unsri yang memberikan laporan tertulis kepada pihaknya, termasuk pemanggilan mahasiswa yang menjadi korban akan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Unsri.
Diketahui, sejak beberapa minggu terkahir, media sosial memang dihebohkan terkait munculnya pengakuan dari mahasiswa Unsri dari instagram. Mahasiswa tersebut mengaku sudah mengalami pelecehan seksual secara fisik oleh dosen saat melakukan bimbingan tugas akhir. Aksi tersebut dikuatkan dengan pemeriksaan BEM Unsri yang membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Bahkan pihak BEM kini sudah melayangkan surat hasil pemeriksaan dan pendampingan terhadap para korban kepada rektorat termasuk menyertakan beberapa bukti, berupa hasil rekaman pembicaraan dosen dan mahasiswa saat peristiwa terjadi dan surat kuasa pendampingan yang ditandatangani para mahasiswa yang jadi korban.