Gubernur Sumsel Sesalkan Sekolah Tatap Muka SD di Banyuasin Tanpa Izin Orang Tua

 Gubernur Sumsel Sesalkan Sekolah Tatap Muka SD di Banyuasin Tanpa Izin Orang Tua

Gubernur Sumsel, Herman Deru

Penulis : Dino Martin/Anton

Editor   : Mamnuro’aini

PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,- Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyesalkan sekolah tatap muka Sekolah Dasar di Banyuasin tanpa izin dari orang tua. Herman Deru mengatakan pihak sekolah wajib meminta persetujuan orang tua apakah anak tersebut sudah boleh tatap muka atau belum.

“Kementrian Pendidikan memang sudah menganjurkan uji coba sekolah tatap muka tahun ini, tapi bukan berarti pihak sekolah mewajibkan semua anak didiknya sekolah tatap muka. Harus pakai surat persetujuan dulu dari orang tua, karena sekarang masih dalam pandemic Covid 19. Jangan di paksakan semua anak harus sekolah tatap muka, apalagi masih SD,” kata Herman Deru.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlepi

Senada di ungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi, mengatakan sekolah tatap muka di mulai tahun ini dan hanya uji coba saja. Namun harus tetap meminta persetujuan orang tua.

“Bila ada yang sekolah tatap muka saat ini itu hanya uji coba saja dan itu harus tetap meminta persetujuan orang tua. Sebab saat ini masih dalam pandemic covid 19 jadi bila ada orang tua yang masih khawatir akan keamanan sekolah tatap muka, boleh tetap sekolah daring dari rumah,” jelas Riza Fahlepi.

Menurut Riza Fahlepi sebelum menerapkan sekolah tatap muka, pihak sekolah harus tahu dulu kondisi daerah mereka apakah sudah dalam zona aman penyebaran covid 19 ataukah masih zona merah. Artinya pihak sekolah harus bekerja sama dengan pihak terkait sebelum memutuskan untuk sekolah tatap muka.

Salah satu suasana SD Negeri di Banyuasin yang menerapkan sekolah tatap muka

“Walau pun di bolehkan untuk sekolah tatap muka, pihak sekolah itu harus tahu juga apakah lingkungan mereka sudah aman dari penyebaran covid 19. Termasuk para guru sudah semua di vaksin covid 2 kali tahapan apa belum, jangan asal langsung sekolah tatap muka saja,” ujar Riza Fahlepi.

Riza Fahlevi juga menyampaikan semua SMA sederajat dan SLB belum secara murni semuanya pembelajaran tatap muka. Andaikan sekolah tatap muka itu ada namun sangat terbatas.

Sekedar mengingatkan sejak 3 minggu terakhir Sekolah Dasar di wilayah Banyuasin sudah menerapkan sekolah tatap muka. Ironisnya dari keterangan orang tua murid pihak sekolah tidak meminta persetujuan orang tua lagi.

Salah satu SD di Banyuasin yang menerapkan sekolah tatap muka

“Tidak ada pemberitahuan apapun atau permintaan persetujuan orang tua untuk anak kami sekolah lagi. Guru langsung saja memberi tahu melalui grup WA kalau besok (Senin, 12/04/2021) anak-anak di suruh kesekolah dengan pakaian sekolah. Sebelumnya anak kami ngumpul tugas kesekolah setiap minggu tidak boleh pakai baju sekolah,” kata Epri wali siswa SDN di Talang Kelapa.

Menurut Epri saat anaknya belajar di sekolah, melalui grup WA guru memberi tahu agar anak-anak cepat di jemput. Karena para guru mau di vaksin covid di sekolah itu hari Kamis (29/4/2021). Artinya semua guru belum di vaksin 2 kali tahapan anak-anak sudah disuruh sekolah tatap muka.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyuasin, Aminuddin, tidak pernah bisa di konfirmasi. Di temui di kantornya tidak pernah ada di tempat, sementara di hubungi via ponselnya tidak ada yang aktif.

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.
--------------------------

Related post