Akhir Tahun 2020 Sumsel Bakal diLanda Badai La Nina

 Akhir Tahun 2020 Sumsel Bakal diLanda Badai La Nina

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Desindra Deddy Kurniawan

  • Lahat, empat Lawang Berpotensi Banjir Bandang dan Pagaralam Berpotensi Tanah Longsor
  • Warga di Imbau Tidak Liburan di Daerah Berpotensi Bencana

Penulis  :  Diana Kusumaladewi

Editor  :  Mamnuro’aini

PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,- Peringatan untuk berhati-hati kepada masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) umumnya dan masyarakat pesisir sungai dan yang berada di dataran tinggi khususnya. Pasalnya di musim penghujan pertengan Otober 2020, Sumsel bakal di landa Badai La Nina.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Desindra Deddy Kurniawan, saat ditemui sibersumsel.com di ruang kerja nya, Senin (5/10/2020) mengatakan pada musim penghujan kali ini wilayah Sumsel ada indikasi fenomena La Nina.

“Pertengahan bulan Oktober ini untuk wilayah Sumatera Selatan pada umumnya memasuki musim hujan. Dampaknya akan adanya peningkatan curah hujan yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, yang menyebabkan Badai La Nina yang memunculkan potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” kata Desindra.

 Oleh sebab itu lanjut Desindra, dampak dari fenomena La Nina ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Menurut Desindra fenomena La Nina bisa terjadi adanya penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur. Sehingga menyebabkan peningkatan kecepatan angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudera Pasifik.

“La Nina merupakan fenomena global, di Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation)  menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah, menunjukkan iklim La-Nina sedang berkembang. Sehingga ada peningkatan uap dari Pasifik yang masuk ke Indonesia termasuk di wilayah Sumsel,” jelas Desindra.

Desindra juga menambahkan, masyarakat harus mewaspadai Badai La Nina, terutama untuk daerah yang wilayahnya perbukitan dan daerah ada aliran sungainya. Karena dengan curah hujan tinggi dapat menyebabkan terjadinya potensi longsor dan banjir bandang.

“Untuk daerah paling rawan banjir di Provinsi Sumatera Selatan ini potensinya ada di wilayah Kabupaten Lahat dan empat Lawang, sementara daerah yang berpotensi longsor seperti  Kabupaten Pagaralam,” ungkapnya.

Fenomena Badai La Nina membuat curah hujan akan naik hingga bulan Desember 2020. Potensi bencana yang ditimbulkan pun harus diwaspadai oleh masyarakat.

Oleh sebab itu Desindra menyarankan, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,  menghindari pohon yang tinggi dan tua. Karena jika terjadi hujan lebat dan angin kencang pohon tersebut bisa roboh.

“Masyarakat dihimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial info BMKG, seperti di Facebook, Twitter, Instagram maupun Whatsaap,” sarannya.

Dalam upaya mengantisipasi terjadinya bencana tersebut. Pihaknya juga akan melakukan pemantauan serta memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Harapan kami, di awal musim hujan nanti, masyarakat yang sudah di beri informasi jangan sampai mengalami kerugian baik material maupun korban jiwa, dan masyarakat harus tetap waspada dan menghindari lokasi yang berpotensi banjir dan longsor,” tuturnya.

Untuk itu lanjut Desindra, masyarakat di imbau untuk tidak melakukan liburan ke daerah-daerah di Provinsi Sumsel yang berpotensi bencana. Hingga kondisi alam benar-benar aman dari bencana.

Bagikan konten :

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post