Pemprov Sumsel Bersama BI Antisipasi inflasi Terhadap Terpengaruhnya PPKM Jawa Bali

 Pemprov Sumsel Bersama BI Antisipasi inflasi Terhadap Terpengaruhnya PPKM Jawa Bali

Penulis : Dino Martin

Editor   : Mamnuro’aini

PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,- Sekertaris Daerah Provinsi Sumsel, H Ahmad Najib, Dan direktur Bank Indonesia(BI), Hari Widodo, bersama stocholder terkait menggelar Rapat Koordinasi Antisipasi Inflasi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali  Rabu (7/7/2021).

Rapat yang di gelar diruang rapat besar Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi pasokan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaannya Nasional (HBKN) terhadap PPKM Jawa-Bali.

Ahmad Najib mengatakan pada rapat ini melihat bagaimana ketersediaan pangan,  pasokan, penditribusianya yang mengalami peningkatan seperti daging, ayam dan beberapa kebutuhan lainya menjelang Idul Adha 1442 H.

“Dalam kondisi pandemi covid kita lihat juga, bagaimana inflasinya, bagaimana dekorasinya,  siapa yang penyumbang inflasinya dan sektor sektor apa saja yang jadi penyumbang inflasinya,” kata Ahmad Najib.

Menurut Ahmad Najib Gubernur Sumsel telah mengambil langkah kongkrit dan pendisiplinan seperti pembatasan berlalulintas,  dan juga di pembatasan jam malam untuk tempat hiburan mal dan lain sebagainya.

“Kita akan berkoordinasi antara masing – masing kabupaten kota, untuk mengecek dampak dari angkutan pangan kita dengan dampak pemberlakuan PPKM itu sendiri,” ungkap Ahmad Najib.

Sementara itu Direktur Bank Indonesia, Hari Widodo, menyampaikan pertemuan koordinasi tim pengendalian inflasi daerah ini memang secara rutin dilakukan dengan agenda khusus untuk mengantisipasi potensi kenaikan permintaan ataupun adanya kendalala dari dampak pemberlakuan PPKM darurat Jawa-Bali.

“Pertemuan kali ini memang dilakukan untuk mengkoordinasikan apa saja mitigasi resiko yang harus dilakukan dari dampak pemberlakuan PPKM darurat Jawa-Bali,” jelasnya..

Hari Widodo menegaskan sejauh ini kebutuhan pangan yang disampaikan UPD terkait semua menyampaikan kebutuhan pangan kita masih cukup. Bahkan dari bulog menyampaikan kebutuhan beras kita masih cukup untuk 6 bulan sampai satu tahun kedepan.

“Sejauh ini belum ada dampak yang terjadi terhadap inflasi kita saat ini, tapikan pemerintah harus hadir dalam bentuk mitigasi resiko. Jadi sebelum dampak datang kita sudah mempelajari resikonya dan bersiap untuk mengahadapinya,” ungkap Hari Widodo.

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post