Penunggak Pajak Ranmor 5 tahun bebas denda dan bunga

 Penunggak Pajak Ranmor 5 tahun bebas denda dan bunga

Palembang, SS,- Penghapusan biaya denda dan bunga pajak kendaraan bermotor (ranmor) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berlaku hanya untuk penunggak pajak ranmor maksimal 5 tahun. Pemutihan denda dan bunga pajak ini berlaku untuk roda dua dan roda empat sejak 1 Agustus 2020 hingga 31 Agustus 2020.

Kepala Bidang Pajak pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumsel, Emmi Surawahyuni SE MM, mengatakan penghapusan denda dan bunga pajak tersebut berlaku untuk penunggak pajak ranmor terhitung 1 tahun hingga 5 tahun lamanya. Namun biaya pajak pokok ranmor tetap di bayar penunggak pajak.

“Penghapusan untuk penunggak pajak itu hanya biaya denda dan bunga saja. Untuk biaya pokok wajib pajak tetap di bayarkan oleh penunggak selama pajaknya menunggak. Itupun berlaku untuk penunggak pajak ranmor 1 hingga 5 tahun,” jelas Emmi.

Menurut Emmi untuk penunggak pajak ranmor lebih dari 5 tahun, denda dan bunga pajak tetap belaku. Namun denda dan bunga pajak tersebut hanya di hitung dari tahun ke enam penunggak pajak hingga tahun tahun 2020.

Apabila ada penunggak pajak ranmor lebih dari 5 tahun tetap membayar denda dan bunga pajak. Tapi denda dan bunga pajak yang di hitung hanya sisa tunggakan lebih dari lima tahun. “Misalkan ada penunggak pajak selama 8 tahun, maka untuk denda dan bunga pajak selama 5 tahun itu di bebaskan dan penunggak pajak hanya membayar biaya pokok pajak saja. Sedangkan sisa tunggakan pajak yang 3 tahunnya tetap di kenakan denda dan bunga pajak seperti biasa,” terang Emmi.

Sedangkan untuk pemilik ranmor second, di berlakukan juga bebas Biaya Balik Nama (BBN) tanpa batas tahun pembelian. Dan ini berlaku baik ranmor yang akan balik nama dibeli dari sesama dalam Provinsi Sumsel maupun ranmor yang akan balik nama dari luar Provinsi Sumsel.

“Penghapusan Bunga dan sanksi pajak ranmor ini sesuai dengan peraturan gubernur nomor 30 tahun 2020. Tujuan penghapusan denda dan bunga pajak ini dilakukan agar masyarakat Sumsel menyadari bahwa membayar pajak sangatlah penting,” ungkap Emmi.

Emmi juga berharap dengan keringanan yang di berikan Pemerintah Provinsi Sumsel kepada penunggak pajak, bisa menyentuh kesadaran penunggak pajak untuk tertib pajak. Sehingga penunggak pajak membayar pajak bukan karena takut razia, tapi atas kesadaran sendiri kalau membayar pajak adalah suatu kewajiban. (fer)

Bagikan konten :

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post