Polisi Temukan 8,3 Ton Ikan Giling Berformalin di Pasar Induk Jakabaring

 Polisi Temukan 8,3 Ton Ikan Giling Berformalin di Pasar Induk Jakabaring

Penulis : Dede Febriansyah

Editor   : Mamnuro’aini

PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,- Polrestabes Palembang menggagalkan peredaran 8,3 ton ikan giling yang mengandung formalin dari Pasar Induk Jakabaring Palembang. Pengungkapan kasus ini berawal ketika Tim Gabungan menggelar operasi di pasar tersebut, Selasa (27/4/2021) malam, dan mendapati 1 kilogram ikan giling yang diduga mengandung bahan berbahaya.

“Kita temukan ikan giling yang positif mengandung bahan berbahaya formalin seberat 8,3 ton Merk Isti di gudang penyimpanan yang berada di Pasar Induk Jakabaring,” ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira, Sabtu (1/5/2021).

Dijelaskan Irvan, bahwa penemuan ikan giling berformalin tersebut juga diketahui sudah beredar di masyarakat dan sudah di produksi selama satu tahun terakhir. “Kita sudah mengamankan dua terduga tersangka dari penyuplai dan pedagang,” katanya.

Untuk saat ini, lanjut Irvan, pihaknya masih melakukan pengembangan guna mengungkap hingga ke akarnya terkait peredaran ikan giling berformalin tersebut. “Untuk jenis ini penjualannya ke seluruh Kota Palembang, sehingga kita berhasil mengetahui distributornya,” ucapnya.

Dalam kasus ini, sambung Irvan, pihaknya telah mengamankan dua terduga tersangka yaitu inisial Z, agen ikan giling, dan seorang tersangka dari pemilik ikan giling

“Barang bukti yang kita amankan 8 ton ikan giling diduga berformalin milik CV CI, dan 300 kilogram milik tersangka Z, selaku agen di Pasar Induk Jakabaring,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka ditahan dan dijerat undang-undang tentang pangan dan terancam kurungan penjara.

“Pelaku ditahan dan dijerat dengan Pasal 8 ayat 1 huruf A, G dan I UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 136 dan atau Pasal 141 UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun,” tegasnya.

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.
--------------------------

Related post