Polres OKU Selatan Launching Virtual Police Awasi Pengguna Medsos

 Polres OKU Selatan Launching Virtual Police Awasi Pengguna Medsos

Polres OKU Selatan Lounching Virtual Police

Penulis : Faridz

Editor   : Mamnuro’aini

OKU SELATAN, SIBERSUMSEL.com,- Untuk mengawasi pengguna media sosial dengan baik Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, launching virtual police (polisi dunia maya). Kegiatan ini memantau dan mengawasi setiap pengguna akun di medsos yang bisa menimbulkan perpecahan dan mengandung sara.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Zulkarnaen Harahap SIK, mengatakan Virtual Police dibuat sebagai tindak lanjut kebijakan program prioritas Kapolri. Dengan menegedapankan restroaktif justice di dalam penggunaan ITE.

“Virtual Police ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang menggunakan ite dengan baik dan melakukan monitoring terhadap akun, konten dan setiap komentar-komentar. Karena setiap komentar terkadang kurang baik dan seperti ada unsur kebencian, sara, bahkan sampai mengarah ke perpecahan suatu kelompok,” kata Zulkarnaen.

Oleh sebab itu lanjut Zulkarnaen, dengan dibentuknya virtual police ini masyarakat yang menggunakan akun medsos tersebut dapat terhindar dari pelanggaran UU ITE.

“Dengan Virtual Police kita bisa memastikan ruang digital khususnya untuk Kabupaten OKU Selatan bersih, sehat, beretika, serta produktif. Sehingga lanjut Zulkarnaen, akan tercipta konten-konten yang positif dari youtuber, influencer dan akan mengarah kepada kesejahteraan masyarakat,” terang Zulkarnaen.

Mengenai cara kerja Virtual Police, Zulkarnaen mengatakan dengan melakukan patroli selama 24 jam  dan bila terdapat pengguna akan yang kedapatan melanggar seperti mengandung unsur sara, kebencian dan penghinaan yang mengarah melanggar UU ITE maka akan dilakukan penindakan.

Bila ada temuan pelanggar akan di screenshot lalu diteruskan ke pihak polisi kemudian diolah dan diberikan kepada tim ahli yang mencakup ahli pidana, ahli IT dan ahli bahasa yang diikutsertakan untuk memberikan pendapatnya.

Selanjutnya pengguna kedapatan melakukan pelanggaran dalam bermedsos akan mendapatkan teguran dari tim virtual police melalui jaringan pribadi. Bila dalam waktu dua kali teguran yang diberikan tim vitual police tersebut tidak dilaksanakan oleh si pemilik akun maka pihak virtual mencari tau keberadaan si pemilik akun melalui pelacakan secara digital untuk dilakukan penindakan.

“Virtual Police yang dibentuk tidak hanya dari Tim Polres OKU Selatan saja melainkan juga dari influencer dan dibantu oleh operator masing-masing humas yang ada disetiap dinas di Kabupaten OKU Selatan,” jelas Zulkarnaen.

Sementara Wakil Bupati OKU Selatan, Solihien Abuasir, mengatakan Virtual Police diharapkan bisa menertibkan pengguna medsos untuk bijak dalam berinteraksi di setiap media social.

“Saya berharap dengan adanya Virtual Police di OKU Selatan bisa bermanfaat dan dapat membangun karakter yang positif dengan mengedepankan edukasi kepada masyarakat,” kata Solihien.

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.
--------------------------

Related post