Presiden Jokowi beli Sapi Limosin untuk “Wong Kito”

 Presiden Jokowi beli Sapi Limosin untuk “Wong Kito”
  • Idil Bangga Dua kali Sapi Kurban Miliknya di Beli Presiden Jokowi

PALEMBANG, SSID,- Presiden Joko Widodo membeli sapi kurban jenis Limosin untuk disumbangkan dengan “wong kito” di Palembang, Sumatera Selatan. Sapi dengan bobot lebih dari 1 Ton yakni 1.193 Kg tersebut di beli dengan harga Rp 85 Juta. Rencananya sapi kurban Jokowi akan disembelih di Masjid Agung Palembang.

Sapi kurban Presiden Jokowi tersebut di beli dari Idil Fitriansyah yang merupakan pemilik peternakan Dwikarya Fram yang berlokasi di Jalan Pangeran Ayin Lorong Trembesi Pedado Sako Palembang. Menurut Idil tahun ini merupakan yang kedua kali sapi miliknya di beli oleh Presiden Jokowi.

“ Kami sangat senang dan bangga, sapi di peternakan kami untuk kedua kalinya di beli Presiden Jokowi, apalagi keputusannya baru diketahui kemarin sore, bahwa sapi jenis limosin ini sesuai kriteria,  ” kata Idil.

Adil juga mengatakan pesanan sapi kurbann tersebut langsung dari utusan Presiden Jokowi. Peternakannya pun mengikuti semua prosedur yang di minta oleh pihak Presiden. Mulai dari pengadaan, pelelangan semuanya langsung dari pusat.

“Sapi yang dibeli Presiden Jokowi sudah dilakukan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari cek fisik, pengukuran suhu tubuh, pernafasan nya, hingga bagaimana pemberian pakan guna memastikan sapi yang di pilih dalam kondisi sehat dan sesuai dengan syariat islam”, jelasnya.

Menurut Idil sapi pilihan Presiden ini berusia empat tahun. Sapi ini  tidak didatangkan dari luar negeri, akan tetapi di ternakan di Indonesia yang di pelihara sejak masih kecil. Sapi tersebut memiliki tekstur daging lebih padat dan lebih empuk jika dibandingkan dengan sapi lokal.

Idil juga mengatakan tahun ini pihaknya, menyiapkan sapi kurban sebanyak 135 ekor dan hingga saat ini sudah terjual sebanyak 128 ekor. Akan tetapi jumlah ini mengalami penurunan dari tahun kemarin dengan 207 sapi kurban yang terjual.

“ Untuk harga sapi tahun ini mengalami kenaikan tapi kita mengikuti konsumen, tidak bisa kita kasih harga terlalu tinggi. Karena kalau konsumen keberatan kita yang susah, jadi kita mengikuti harga konsumen nanti kita sesuaikan dengan sapi nya, “ ujarnya. (dkd)

Bagikan konten :

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post