Terdakwa Dugaan Korupsi di Ogan Ilir Sebut Oknum Dinas Terkait Minta Upeti

 Terdakwa Dugaan Korupsi di Ogan Ilir Sebut Oknum Dinas Terkait Minta Upeti

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Jalan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir. Foto : Larassati, sibersumsel.com

Penulis : Larassati

Editor   : Nuroaini

  • Kuasa Hukum Terdakwa Minta Oknum Peminta Upeti di Proses Hukum

PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,- Sidang keterangan pemeriksaan terdakwa dugaan korupsi pada proyek peningkatan Jalan Ruas Rantau Alai-SP Kilip, Kabupaten Ogan Ilir, tahun anggaran 2019 ZA dan SB diketahui dalam kesaksian ada pihak lain yang meminta sejumlah uang atau upeti.

Kuasa hukum terdakwa ZA, Suwito Winoto SH mengatakan, disebutkan dalam persidangan ada oknum-oknum seperti dinas terkait yang disebutkan oleh terdakwa bahwa untuk memperlancar dalam proyek tersebut mereka harus memberikan “upeti” agar semua proses pengerjaan berjalan dengan lancar.

“Yang memberikan fee ada 5%, 10% tergantung masing-masing mekanisme pengerjaannya. Saya minta kepada kejaksaan Ogan Ilir (OI) untuk bersigap dalam arti tegas siapapun itu dan secara terang telah disebutkan dalam kesaksian terdakwa bahwa ada oknum-oknum yang ikut menikmati uang yang diberikan oleh terdakwa klien kami ini,” ungkap Suwito usai sidang bertempat di Pengadilan Negeri Palembang kelas 1 A, Rabu (29/12/2021).

Pihaknya meminta dengan tegas hal tersebut diproses, kejar, periksa, tahan siapapun itu baik orang lingkungan dinas maupun di luarnya yang telah menikmati hasil kerja kliennya yang telah merugikan negara.

Sesuai dengan keterangan terdakwa pada hari ini bahwa benar sudah ada pengembalian sebesar Rp 725 juta sebelum pemeriksaan dari jaksa.

“Dan itu sudah ada penemuan dari jaksa dimana ada kekurangan hasil yang harus dikembalikan sudah dikembalikan tetapi ada audit kembali yang kedua yaitu dari jaksa dan BPKP yang mengatakan bahwa ada kerugian yang lain tetapi itu include satu kesatuan sudah ada niat baik dan sudah diselesaikan oleh klien kami (terdakwa) dan ini harusnya sudah selesai clear,” tukasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi pada pihak JPU Michael Carlo, pihaknya enggan berbicara.

“Kami tidak bisa berbicara banyak. Kalau sekarang harus lewat Kasi Intel atau Kejari kalau mau wawancara,” ujarnya.

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post