TPID Antisipasi Peningkatan Permintaan dan Pengendalian Inflasi Bahan Pokok Selama Nataru

 TPID Antisipasi Peningkatan Permintaan dan Pengendalian Inflasi Bahan Pokok Selama Nataru

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel Jelang Nataru. Foto : Larassati, sibersumsel.com

Penulis : Larassati

Editor   : Nuro’aini

  • Harga Minyak Goreng Melambung, Dinas Perdagangan Sumsel Bakal Gelar Pasar Murah

PALEMBANG, SIBERSUMSEL.com,- Natal dan Tahun Baru (Nataru) Bahan Pangan beresiko alami inflasi. Upaya yang dilakukan oleh TPID dan pihak terkait lainnya dalam mengendalikan inflasi melalui strategi 4K, yaitu Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.

Dalam rangka koordinasi pengendalian inflasi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, telah dilaksanakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel pada Senin, 20 Desember 2021.

Pertemuan ini dilaksanakan sebagai wadah koordinasi membahas upaya pengendalian inflasi jelang HBKN. HLM dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Ir. S.A Supriono, selaku Ketua Harian TPID Provinsi Sumsel, dan dilanjutkan dengan diskusi bersama seluruh anggota TPID.

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Hari Widodo, selaku Wakil Ketua TPID Provinsi Sumsel menyampaikan bahwa sampai dengan November 2021, realisasi inflasi Provinsi Sumsel tahun kalender sebesar 1,40% (ytd).

Sedangkan secara tahunan, inflasi Sumsel tercatat sebesar 1,98% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 1,75% (yoy).  Inflasi saat ini tergolong dalam kisaran yang rendah, antara lain dipengaruhi oleh belum pulihnya permintaan sebagai dampak pandemi COVID-19.

Sekretaris Daerah Sumsel, Supriono, dalam arahannya menyampaikan agar seluruh anggota TPID sedari awal harus mampu mengantisipasi berbagai risiko kenaikan harga jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Beliau juga menghimbau agar Satgas Pangan dapat terus memantau dan menindaklanjuti apabila terjadi potensi penimbunan oleh spekulan. Himbauan juga disampaikan kepada Pertamina untuk menjaga kecukupan pasokan bahan bakar terutama gas LPG, sekaligus memastikan agar LPG bersubsidi hanya disalurkan kepada penduduk miskin dan usaha mikro.

Perum Bulog Divre Sumsel Babel juga menyampaikan bahwa berbagai komoditas yang dikelola oleh Bulog seperti beras dan tepung terigu tersedia dalam jumlah yang cukup, bahkan untuk stok beras dapat memenuhi kebutuhan 5-6 bulan kedepan.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel menyampaikan untuk stok dan harga ikan di wilayah Provinsi Sumsel juga relatif stabil dan dapat memenuhi permintaan masyarakat.

Sementara Pertamina Wilayah Rayon I (Palembang, Banyuasin dan Musi Banyuasin), menyampaikan bahwa telah di bentuk satuan tugas khusus untuk memastikan ketersediaan stok bahan Bahan Bakar Minyak dan gas LPG jelang Natal dan Tahun Baru 2021.

Hasil pantauan Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel menunjukkan bahwa harga komoditas pangan dalam kondisi stabil dan tidak mengalami fluktuasi yang signifikan. Untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng, maka Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel akan menyelenggarakan pasar murah bekerja sama dengan distributor di 9 titik di Kota Palembang antara lain di Pasar KM 5, Pasar Cinde, Pasar Lemabang mulai dari tanggal 21-30 Desember 2021.

Inflasi Provinsi Sumsel tahun 2021 diperkirakan berada pada rentang target yaitu 3,0±1% (yoy), didorong oleh pulihnya aktivitas masyarakat di tengah perluasan dan percepatan program vaksinasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta kenaikan harga komoditas global.

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post