31 Tahun Berkubang di Lebak, Banyak PR Yang Harus Dikerjakan

 31 Tahun Berkubang di Lebak, Banyak PR Yang Harus Dikerjakan

* Untuk Memenuhi Sarana Dan Prasarana Membantu Masyarakat

Penulis : Larassati

Editor : TW Syakroni

Palembang, SIBERSUMSEL– Warga jalan Perjuangan Kecamatan Kebun Bunga Sukarami Palembang, Burhanuddin (41) mengiba minta air bersih usai rumahnya dihancurkan oleh PT Telkom bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Sumsel.

Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan tersebut merupakan salah satu warga Sumsel yang beruntung sebagai penerima program Bedah Rumah yang diinisiasi Gubernur Sumsel, Herman Deru, dimana PT Telkom memberikan anggaran melalui program CSR sebesar Rp 25 juta untuk biaya renovasi rumah hingga menjadi layak huni dan sehat, sedangkan pilot project program tersebut di lapangan adalah Disperkim Sumsel, yang merupakan perpanjangan tangan Gubernur Sumsel.

“Mudah-mudahkan nanti kalau rumah bagus, bisa pasang air ATS atau PDAM supaya bisa mandi air bening, ” ucap Burhanuddin disela-sela kegiatan peletakan batu pertama pembangunan rumahnya di jalan Perjuangan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang, Kamis (19/8/2021).

Burhanuddin bersama istri dan tiga anaknya sesekali dia menatap jejeran dua orang, isi kanan dan kirinya saat kegiatan berlangsung. “Mimpi dak saya ini, rumah saya bakal dibangun, kayak mimpi. Padahal baru kemarin Pak RT kasih tahu bahwa rumah kami bakal dibagusin,” katanya. Prosesi kegiatan peletakan batu pertama tersebut langsung di hadiri Kepala Disperkim Sumsel, Basyaruddin Achmad  dan General Manager PT Telkom, Mustakin Wahyudi hingga pihak Kepolisian dan TNI setempat. Sorot matanya hanya fokus menatap bentangan baleho di depannya dan tampak gugup ketika namanya dipanggil untuk meletakkan campuran bahan semen di celah-celah batu bata rumahnya.

Setelah kegiatan itu berlangsung, beberapa kali pria ini menyalami Kepala Disperkim dan GM PT Telkom. Pia yang langsung menukangi pembangunan rumahnya ini hanya meneteskan air mata dan mengucapkan banyak terimakasih. Dia tak sungkan berjabat tangan dengan semua pihak yang memberinya selamat atas keberuntungannya. “Saya tidak minta banyak, pengen air bersih mengalir disini kalau rumah saya sudah jadi,” Katanya.
Dia mengaku sejak tahun 1990 lalu menempati rumah kayu berukuran 4×7 meter beraktifitas di satu ruang rumah saja. Karena memang rumahnya dulu tanpa sekat antar ruang. Seng atap sangat rendah dari jarak lantai dengan dinding kayu 90 persen rapuh. Lantaran kayu sudah banyak rusak dan rapuh, saat pembongkaran hanya butuh satu hari saja.

Proses pembangunan dia targetkan bisa tuntas selama dua minggu saja, lantaran dia sendiri yang membangun rumahnya dengan dibantu sesama buruh bangunan lain yang masih tetangganya. Hanya memang, masih ada satu yang mengganjal di hatinya.
“Tentang air bersih ini. selama ini warga sini hanya mengandalkan air sumur saja untuk berbagai keperluan. tapi kalau musim kemarau seperti ini lebih banyak mengambil air rawa atau lebak di bawah rumah. mau bagaimana lagi, ” Katanya. 

Warga sudah mengajukan pemasangan sambungan baru air bersih namun hingga kini belum ditanggapi maksimal. Padahal, sebut dia, warga yang tinggal di kawasan itu jumlahnya lebih dari 200an Kepala keluarga. Kondisi air sendiri di kawasan itu tampak tidak layak karena campuran air menguning kecoklatan. kebanyakan memang warga hanya mengandalkan air rawa lalu menyaringnya dengan metode sederhana ketika musim kemarau atau sumur kering.

Sementara Kepala Disperkim Sumsel, Basyaruddin Achmad mengatakan untuk penyediaan air bersih pihaknya akan melibatkan tim khusus, apakah dimungkinkan dilakukan perpanjangan pipa ke rumah warga melalui ATS, namun tetap pihaknya akan berkoordonasi pemkot Palembang.

Justru kata dia, inilah fungsi dari program bedah rumah karena memang tujuannya adalah membuat warga Sumsel tinggal lebih layak di rumah mereka sendiri. Pemerintah juga tidak akan tinggal diam dengan terus melakukan pengembangan program Bedah rumah itu hingga kualitas hidup layak bisa benar-benar dirasakan warga.
“Bertahap. kita lakukan perbaikan rumah dulu. Pengembangan dari program ini adalah penyediaan fasilitas umum masyarakatnya seperti penyediaan air bersih dan sarana lain yang memang dibutuhkan masyarakat dan diharapkan dari bantuan ini bisa memanusiakan warga Sumsel untuk hidup lebih layak dan berkualitas, “katanya.

Dari kacamatanya, dia masih melihat ketimpangan kehidupan yang sangat kontras antara warga MBR dengan masyarakat perkotaan umumnya.
” Kita harap melalui program ini bisa benar-benar membantu warga, “katanya.

Senada diungkapkan Mustakim Wahyudi yang siap membantu melakukan pengembangan program untuk masyarakat setempat. ” Kita juga siap menganggarkan dana melalui CSR untuk mengembangkan program ini agar benar-benar bisa membantu masyarakat secara maksimal,” Pungkasnya.

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *