Terbakar Cemburu, Oknum LSM di OKU Selatan Tewas dengan Wajah Terbelah

 Terbakar Cemburu, Oknum LSM di OKU Selatan Tewas dengan Wajah Terbelah

Pelaku Andi, saat di tangkap polisi dan korban Kudus, semasa hidup dan usai di bacok pelaku

Penulis : Andre

Editor   : Mamnuro’aini

  • Ucapan “Berapo Adek Sayang Galonyo” Sulut Emosi Pelaku

OKU SELATAN, SIBERSUMSEL.com,- Diduga terbakar api cemburu karena istrinya di goda, Andi Trio Santoso (32), warga Kecamatan Muara Dua Kabupaten OKU Selatan, membacok Kudus (52), warga 26 Ilir Palembang, tewas bersimbah darah dengan luka serius di bagian wajah. Peristiwa ini terjadi Senin (15/02/2021) Pukul 12.00 WIB di Kantin Putri Desa Pelangki di depan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKU Selatan.

Informasi yang di himpun di lapangan, kejadian tersebut berawal ketika korban Andi, yang merupakan LSM Wahana Aspirasi Masyarakat (WAS), ngopi di warung pelaku bersama dua orang rekannya.

Saat akan membayar makanan dan minuman, korban sempat menggoda istri pelaku dengan mengatakan “Berapo Adek Sayang Galonyo”. Ucapan korban di dengar oleh pelaku yang saat itu pulang dari kebun dengan parang masih ditangan.

Terbakar cemburu dengan ucapan korban yang menggoda istrinya, pelaku yang baru saja menikah 3 bulan ini langsung mengayunkan parang di tangannya ke bagian wajah korban.

Salah seorang rekan korban mengatakan ia sempat melihat korban diserang menggunakan senjata parang, sambil berteriak menghindar berupaya menyelamatkan diri.

“Saya lihat dia (korban) jatuh sambil berteriak “mati aku”, dan mengatakan saya bukan orang kebal dari pada saya mati lebih baik menyelamatkan diri,” ujarnya.

Melihat kondisi korban yang berlumuran darah, pegawai dinas setempat ketakutan dan berteriak meminta pertolongan.

Sementara pelaku usai membacok korban tidak mengejar korban yang berlari menyelamat diri. Pelaku kebagian belakang warung nasi miliknya yang menjadi TKP.

Korban pun langsung di tolong oleh pegawai setempat yang langsung memanggil pihak kepolisian dan mobil ambulans. Namun korban menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan saat RS Muara Dua merujuk korban ke RSMH Palembang.

Kapolres OKU Selatan, AKPB Zulkarnain Harahap SIK, melalui AKP Apromico SIK MH, membenarkan adanya kejadian korban penganiayaan diwarung nasi depan Kantor BPKAD.

“Ya, kasus penganiayaan dugaan sementara dilatari motif kesalahpahaman, tersangka telah kita amankan sementara korban telah dibawa kerumah sakit,” ujar Apromico.

Perihal perkara ini, Apromico menyebut pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait motif penganiyaan melalui keterangan tersangka dan para saksi di TKP bersama barang bukti sebuah senjata parang dan sepatu.

Sehubungan dengan hal itu setelah banyak warga berdatangan pihaknya mengamankan TKP memasang police line.

“Lokasi TKP telah kita amankan dan memasang police line dan mengamankan tersangka,” terangnya

Share this:

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.
--------------------------

Related post