Selama Pandemi Kasus Perceraian Meningkat

 Selama Pandemi Kasus Perceraian Meningkat

Selama Pandemi Kasus Perceraian Meningkat

Palembang,sibersumsel.com,- Peradi gelar Dialog interaktif perlindungan perempuan terhadap kekerasan dalam rumah tangga dimasa pandemi covid-19, yang dilaksanakan di aula DPR sumsel jum’at (25/9) yang dihadiri oleh ketua DPD KPPI  sumsel Hj. Anita Noeringhati SH, MH sekaligus yang membuka acara.

Dalam rangkuman dialog interaktif perlindungan perempuan terhadap kekerasan dalam rumah tangga dimasa pandemi,bahwa perceraian melambung selama masa pandemi,yang paling tinggi penyebabnya adalah faktor ekonomi, untuk kasus KDRT sendiri hanya sedikit bahkan menurun.

Hj, Anita Noedinghati ketua KPPI mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan yang pasti KPPI ini menginisiasi acara ini, difokuskan dimasa pandemi ini ingin mengajak bagaimana perlindungan terhadap perempuan. Acara ini untuk diskusi bahwa masa pandemi ini angka perceraian meningkat signifikan, sesungguhnya perempuan itu bukanlah hiasan bukan pula sebagai pelengkap. Perempuan ini adalah pejuang baik berjuang sebagai ibu rumah tangga maupun pencari nafkah.

“Dimasa pandemi ini kita mengajak bagaimana cara melindungi perempuan,karena sesungguhnya perempuan bukanlah hiasan atau pelengkap tapi perempuan itu berjuang,berjuang ibu rumah tangga maupun  berjuang pencari nafkah”, ungkapnya

Sambungnya, Perempuan harus mandiri ,karena dimasa pandemi ini angka perceraian melambung. Apakah hanya karna ekonomi semata ,atau karena adanya KDRT atau yang lainnya. Tapi ternyata itu penyebabnya karena perekonomian maka dengan adanya diskusi ini agar menekan angka perceraian. Bagaimana cara mensiatinya  dan pencerahan diacara ini.

“Bagaimana cara mensiasati dan menekan angka perceraian ini, dengan kita melakukan diskusi ini apa saja penyebabnya apa karena KDRT, atau perekonomian atau karena yang lainnya” bebernya (Fer)

Bagikan konten :

Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Berita Ini, Harap berkomentar dengan sopan dan bijak.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *